Pentingnya dan Imbalan Zakat dan Shadaqah

Dalam Islam, memberi Zakat dan Shadaqah (kursi) memiliki imbalan yang sangat besar.

Pentingnya-dan-Imbalan-Zakat-dan-Shadaqah

Ayat-ayat Alquran dan hadis Nabi (sallallahu alaihi wasallam) membuktikan fakta bahwa memberikan amal tidak hanya merupakan tindakan kebaikan terhadap penerima tetapi juga memiliki manfaat besar bagi mereka yang memberikannya termasuk menangkal tantangan dan masalah kehidupan dan menghasilkan peningkatan kekayaan seseorang. Berikut ini memberi sedikit terang pada imbalan tersebut.

Perbedaan antara Zakat dan Shadaqah

Pertama, mari kita jelaskan perbedaan antara Zakat dan Shadaqah. Zakat adalah tindakan wajib dan pilar penting dari iman Islam. Hal ini diperintahkan dalam Islam pada hal-hal tertentu seperti kepemilikan emas, perak, tanaman, buah-buahan, barang dagang dan ternak, yaitu unta, sapi dan domba. Karena Zakat adalah wajib, ini berarti bahwa siapa pun yang mati dan berutang Zakat, ahli warisnya harus membayarnya dari kekayaannya, dan itu lebih diutamakan daripada wasiyah (wasiyah) dan warisan.

Berkenaan dengan Shadaqah, itu tidak wajib untuk segala jenis kekayaan, melainkan apa yang dapat diberikan seseorang, tanpa batasan atau pedoman khusus.

Habiskan hari ini selagi pasar masih terbuka

Allah memberi tahu kita dalam Al Qur'an bahwa sementara kita masih hidup dan mendiami bumi, kita harus memberikan dari kekayaan kita kepada orang miskin. Setiap sen yang kita belanjakan dicatat untuk kebaikan kita dan ini akan digunakan di akhirat untuk menghakimi kita dan dapat menjadi alasan untuk membawa kita ke Jannah . Jadi, mari kita habiskan sebelum terlambat dan kita sampai pada hari dengan sedikit pertunjukan di akun kita. Inilah yang dikatakan Allah kepada kita dalam Surah Al-Baqarah .

“Hai kamu, yang beriman! Habiskan dari itu dengan apa yang telah Kami berikan untuk Anda, sebelum suatu hari tiba ketika tidak akan ada tawar-menawar, tidak ada persahabatan, atau syafaat ... "[Surat al-Baqarah 2: 254]

Hadiah dari Allah karena memberi amal

Kita semua tahu dari perkataan Nabi (saw) tentang banyak penghargaan yang terkait dengan melakukan perbuatan baik secara umum dan bagaimana mereka digandakan. Namun, untuk imbalan memberi amal dan bagaimana mereka dikalikan, Allah memilih tindakan itu dan menyebutkannya dalam Al Qur'an sebagai berikut:

“Keserupaan orang-orang yang menghabiskan harta mereka di jalan Allah, sama dengan keserupaan dengan gandum; itu tumbuh tujuh telinga, dan masing-masing telinga memiliki seratus butir. Allah memberi banyak ragam kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Memadai untuk kebutuhan makhluk-Nya, Yang Mahatahu. [Surah al-Baqarah 2: 261]

Temukan cara untuk menghabiskan dalam urusan Allah setiap hari untuk lebih banyak berkah

Sedekah dan sedekah bukanlah sesuatu yang harus kita berikan hanya sesekali. Sebaliknya, kita harus mencoba menemukan cara untuk memberi setiap hari kepada yang membutuhkan, meskipun itu sedikit. Kalau saja kita tahu berkah dan ganjaran dari tindakan seperti itu dan bagaimana Allah menyelamatkan kita dari masalah sehari-hari, kita akan memberi setiap hari.

Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah (ra dengan dia), dia menyebutkan bahwa Nabi (damai dan berkah Allah besertanya) mengatakan: "Tidak ada hari di mana orang bangun kecuali dua Malaikat turun dan salah satu dari mereka berkata, 'Ya Allah, berikan kompensasi kepada orang yang menghabiskan (dalam amal),' dan yang lain mengatakan, 'Ya Allah, hancurkan orang yang menahan.' ”(HR. Bukhari) , 1374; Muslim, 1010.)

Belanjakan dalam amal jika Anda ingin Allah membelanjakan untuk Anda

Mari kita ingat bahwa terlepas dari situasi keuangan kita, kita semua ingin Allah membelanjakannya untuk kita. Jadi, nabi (sallallahu alaihi wasallam) mengingatkan kita tentang ini dengan mengatakan bahwa jika kita ingin Allah membelanjakan kita, maka kita harus membelanjakan yang lain. Diriwayatkan dari Abu Hurairah (ra dengan dia) bahwa Rasulullah (damai dan berkah besertanya) mengatakan: "Allah berfirman: 'Belanjakan, hai anak Adam, dan aku akan membelanjakan untukmu. '”(HR. Bukhaari, 5073; Muslim, 993.)

Habiskan hanya dari uang Halal dan Legal

Poin penting tentang memberi adalah bahwa ketika melakukan tindakan kebaikan apa pun, kita harus membelanjakan hanya apa yang diperoleh dengan cara yang baik. Misalnya, kita tidak dapat memperoleh haram (ilegal) dan kemudian memberikannya dengan alasan yang baik seperti amal. Dalam salah satu hadits, Nabi berkata, " Wahai manusia, Allah itu suci dan dia hanya menerima apa yang suci."

Kekayaan Anda tidak akan berkurang

Banyak dari kita ragu untuk memberi dengan alasan bahwa kita tidak punya cukup untuk memberi. Namun, jika kita berpikir tentang apa yang Allah dan nabi (saw) janjikan kepada kita untuk imbalan memberi, kita harus melakukan apa pun untuk memberikan apa pun yang kita bisa. Pertimbangkan apa yang dikatakan nabi dalam hal ini.

Baca Juga:

    Apa perbedaan antara zakat dan amal?

    Pentingnya Zakat dalam Islam

    Perbedaan antara zakat dan hadiah

    Apa keutamaan Zakat?

Abu Huraira melaporkan bahwa Utusan Allah, damai dan berkah besertanya, mengatakan, " Amal tidak mengurangi kekayaan, tidak ada yang memaafkan yang lain kecuali bahwa Allah meningkatkan kehormatannya, dan tidak ada yang merendahkan dirinya demi Allah kecuali bahwa Allah membangkitkan statusnya. ”( Sumber: Sahih Muslim 2588)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel